Assalamualaikum…
Untuk ayah ibu yang aku cintai…
kalian lah jiwa ku.. Yang selalu memberikan semangat dan senyum di hari-hari ku.. Senyum kalian, adalah kehidupan bagi ku.. Tangis kalian, adalah kehancuran ku.. Keringat yang bercucuran di wajah kalian, adalah inspirasi ku..
Duhai ibu…
Tanpa engkau aku tak akan menjadi seperti ini. Dengan semangat mu yang berani, aku dapat berdiri tegak di tengah goyahnya jiwa di terpa badai topan. Tanpa mu, aku hanya lah gadis kecil yang tak akan mengerti tentang tenangnya jiwa seorang perempuan yang gagah.
Bu, kau bagaikan malaikat ku. Sewaktu kecil, begitu telitinya kau menjaga ku. Tak kau biarkan seekor nyamuk pun yang menggigiti kulit halus ku waktu itu. Di saat aku sakit, kau rela tidak tidur untuk menjaga ku dan mendamaikan hati ku. Sentuhan mu, membuat ku tak berdaya. Ya.. bagaikan terusap oleh semilir sejuk angin di kala senja.
Tapi, apa yang dapat ku berikan pada mu saat ini Bu? Tidak ada! Aku hanya dapat menyusahkan mu. Membuat mu sedih dengan semua ucap dan perbuatan yang terkadang menyayat hati mu. Aku hanya membuat mu gelisah. terkadang aku bertanya apakah Allah kan memaaf kan ku, dengan apa yang telah aku lakukan pada mu?
Aku mohon maaf pada mu Bu. Aku tahu, maaf ku tidak akan berarti apa-apa. Karena di dalam lubuk hatimu, kau selalu menutup kesalahan ku yang begitu banyak ini, dengan cinta mu yang begitu sangat besar.
Aku belum bisa membahagia kan mu saat ini Bu. Namun, di setiap sujud ku, namamu selalu ku panggil.
Jikalau waktu dunia tak berkehendak untuk kita selalu bersama. Tapi aku yakin, di akhirat nanti kita kan saling berpelukan, sambil menikmati indah nya syurga akhirat.Aamiin..
Doaku utkmu ayah dan ibu ku tercinta....
Ayah… wajah mu selalu tegar. Walau kulit mu sudah mulai keriput, dan tubuh mu tidak lagi sekekar yang dulu. Namun, aku masih sangat mengenal mu sebagai sesosok lelaki yang selalu memberikan semangat dan cinta hingga rela berkorban untuk sang anaknya.
Betapa sering aku mengecewakan mu ayah. Dengan semua keluh kesah ku pada mu. Dan betapa tak tahu diri nya aku. Ketika aku sampai marah pada mu, karena engkau tak memberikan uang jajan yang cukup pada ku. Padahal di balik itu, keringat mu bercucur deras, untuk mendapatkan uang demi memberi nafkah dan menyekolahkan anaknya. Sampai-sampai kau tak bisa tidur di waktu malam, untuk memikirkan hari esok nya. Ayah bekerja siang malam,tanpa menghiraukan angin malam yg dingin…
Ayah, aku begitu takut. Ketika ayah sakit dan harus banyak istirahat.Dari itu ku tahu ayah… Begitu berat beban yang kau rasakan. Aku sempat berfikir, akan kah masih ada waktu untuk ku mengabdi pada mu? Namun secepat mungkin aku menghilangkan fikiran itu. Karena sungguh, aku belum siap untuk kehilangan mu. Aku mencintai mu ayah…
Tekad mu sungguh sangat besar ntuk menyekolahkan ketiga anak mu untuk menjadi sarjana-sarjana yang bisa kau banggakan. Aku tahu, itu semua tidak lah lepas dari sebuah pengorbanan yang sangat besar. Dan kami berjanji bersama. Untuk membahagiakan mu nantinya.
Ayah… Ibu..
Ketika aku menuliskan surat cinta ini, air mata ku tak henti menetes. Karena aku malu ayah.. Ibu.. aku malu pada diri ku sendiri. Yang belum bisa membahagiakan kalian. Aku malu, dikala aku selalu saja meminta, meminta dan terus meminta, tanpa memperhatikan kondisi kalian.
Aku sangat mencintai mu, ayah..Ibu.. sangat mencintai kalian..
Maafkanlah aku.. sungguh maaf kanlah aku, yang belum bisa membalas cinta kalian seutuhnya. Aku yakin, Allah lah yang akan membalasnya, lebih besar dari apa yang bisa kami lakukan nanti.
Hanya ini yang bisa ku tulis utk ayah dan ibu, betapa aku sangat menyayangi kalian.
Wajah kalian, kan menjadi kekuatan ku, di saat aku lemah. Menjadi inspirasi ku, di saat semua kegiatan menyita waktu ku. Dan menjadi cita-cita ku, untuk selalu membahagiakan kalian.
Terimakasih ayah…
Terima kasih ibu…
Aku mencintai mu ayah….:*
Aku mencintai mu ibu…:*
Allaahummaghfir lii wa liwaalidayya warhamhumma kamaa rabbayaanii shaghiiraa
Ya Allah, ampunilah aku dan kedua orang tuaku dan kasihanilah keduanya sebagaimana mereka mengasihiku pada waktu kecil
Aamin ya rabbal a’lamin
Wassalamu’alaikum….
Tidak ada komentar:
Posting Komentar